Good bye my friend
(L-R) Helen, Regie, Ririn, Daniel, Sandra (SMU Cendana Rumbai 2002, Team Grogol) we'll miss you Reg..
(L-R) Helen, Regie, Ririn, Daniel, Sandra (SMU Cendana Rumbai 2002, Team Grogol) we'll miss you Reg..
Hallo.. This is a new member @kamar kost hahaha. Telat banget posting ini sebenarnya, cuma akhir2 ini lagi malas update. Ini boneka free gift dari N.Y.D.C cafe & restaurant. Kebetulan pertengahan bulan lalu bareng teman2 SMU lagi ngumpul2 di Grand Indonesia, pada bingung mo makan dimana karena niat awal mau di Pasta de Waruku cuma full bgt, akhirnya lihat deh N.Y.D.C menunya sih menarik ya pasta2 gitu deh. Semua pada setuju nongkrong disana. Selesai bayar kita dibagiin 3 boneka ini, lucuuuuu bgt. Ternyata setiap makan kelipatan 200ribu dapat satu boney. Aku kebagian satu hihihihihi. Karena mirip bolt jadi dinamain Bolt deh :p *ga penting*
Comments [0]
Berhubung tadi siang sejarah tentang jembatan Leton Pekanbaru dibahas di milist Cendana 02 dan SERIUS aku baru tau *slap* (kemana aja selama ini) wahahaha.
Parah yaaaa udah dari lahir jadi warga Chevron Riau, tiap ke Pekanbaru selalu melalui jembatan itu, tapi aku baru tau tuh nama aslinya jembatan itu Jembatan Leighton? (ckckck Sandra... memalukan)
Ini ada sedikit kutipan penjelasannya:
Jembatan yang dibuat atas sumbangsih PT Chevron Pacific Indonesia yang dulu bernama PT Caltex Pacific Indonesia ini diresmikan Presiden Soeharto pada 19 April 1977.
Jembatan dengan panjang 350 meter ini dibangun untuk menghubungkan bagian selatan dan utara Kota Pekanbaru. Saat ini dikenal dengan nama Jembatan Siak I. Masyarakat Riau sering menyebutnya ”jembatan Letton”, sesuai dengan penyebutan nama perusahaan yang menjadi kontraktor pembangunannya PT. Leighton Indonesia Construction Company . Proyek Jembatan Siak menghabiskan 600 ton baja; 1,200 kaki kubik beton; 150,000 kaki kubik tanah timbun dan pengaspalan 700 m persegi jalan.
Sebelumnya untuk menghubungkan Rumbai dan Pekanbaru, Caltex (nama PT. Chevron Pacific Indonesia saat itu) membangun jembatan sepanjang 95 m dengan empat landasan apung (jembatan ponton) yang sebelumnya berfungsi sebagai ferry Rumbai-Pekanbaru pada 1958. Setelah berfungsi selama 18 tahun sebagai satu-satunya penghubung Kota Pekanbaru yang terbelah oleh Sungai Siak, pada 19 April 1977, tugasnya resmi diambil alih oleh Jembatan Siak.
Saat meresmikan jembatan yang menjadi landmark kebanggaan Kota Pekanbaru tersebut pada 19 April 1977, Presiden RI Soeharto menyatakan bahwa Jembatan Siak mempunyai arti penting dari segi ekonomi dan sosial, tidak saja bagi Provinsi Riau, tetapi juga bagi bagian tengah Sumatera.
Jembatan Siak resmi diserahkan kepada pemerintah Provinsi Riau pada 12 Juli 1977 dalam sebuah acara singkat di Pekanbaru. Berita acara serah terima ditandatangani oleh Chairman of Managing Board Haroen Al Rasjid dan Gubernur Riau Arifin Achmad, disaksikan oleh pejabat pemerintahan dan Ambassador Amerika Serikat DD Newsom.
Rencananya tahun 2008 kemaren kita alumni Cendana Rumbai berencana mo adain reuni di jembatan siak :)) (untuk peringatin 10 tahun sejak perbincangan teman2 di SMP dulu) tapi batal hahaha. Reuninya di ubah di Jakarta, karena sejak udah pada lulus kuliah dan kerja sebagian besar menetap di pulau Jawa. Agak2 ga nyambung sih, secara kita dari TK, SD, SMP, SMU udah ada di lingkungan Caltex Rumbai, kok malah reuninya di Jakarta :p Tapi terpaksa di ubah plan awal karena ga memungkinkan untuk diadakan di Pekanbaru.
Comments [1]
Comments [0]